Sejarah Kurikulum
Prodi S1 Teknik Sipil selalu melakukan pemutakhiran kurikulum secara berkala yakni maksimal lima tahun sekali, dengan kurikulum terbaru yang saat ini digunakan adalah kurikulum 2021. Proses evaluasi dan pemuktahiran kurikulum dilaksanakan berdasarkan pada masukan dari pemangku kepentingan internal (dosen, mahasiswa, dan tendik) dan eksternal (alumni dan pengguna/stakeholder), serta direview oleh pakar bidang ilmu program studi, industri, asosiasi, serta sesuai perkembangan IPTEKS dan kebutuhan pengguna/stakeholder.
Untuk pihak alumni diwakili oleh alumni 2017, 2016, dan 2015, sedangkan dari pihak stakeholder diantaranya diwakili oleh pihak kontraktor yaitu: PT. Hutama Karya, PT. Adi Karya, PT. Waskita Karya, PT. Nindya Karya, PT. Brantas Abipraya, kemudian dari konsultan seperti: PT. Dewi Permata Mandiri, PT. AKP Konsultan; sementara itu pihak dari departemen yang hadir yaitu Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, PU Binamarga dan Sumber Daya air Kabupaten Jember, PU Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Jember, dan Pemkab Jember.
Pihak akademisi yaitu Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya dan Universitas Brawijaya Malang sedangkan dari pihak asosiasi profesi ketekniksipilan yang digunakan sebagai dasar penetapan kurikulum inti yaitu BMTSSI (Badan Musyawarah Teknik Sipil Seluruh Indonesia), HATHI (Himpunan Ahli Teknik Hidro Indonesia), HATI (Himpunan Ahli Tanah Indonesia), HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia), IAMPI (Ikatan Asosiasi Manajemen Proyek Indonesia), dan FSTPT (Forum Studi Transportasi Perguruan Tinggi.