Masa pandemi Covid-19 tidak menghalangi mahasiswa Universitas Jember khususnya Teknik Sipil untuk menjuarai sebuah kompetisi. Pada tanggal 11 Mei 2020 hingga 6 Juni 2020, Teknik Sipil Universitas Jember kembali mengharumkan nama almamater dengan mendapat juara 1 pada Lomba Gagasan Tertulis dan Poster yang diselenggarakan secara daring oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII (pengumuman pemenang).

Prestasi ini diraih oleh tim gabungan mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Mesin, yaitu Handri Prastyo dan M Kanasta’in dari Teknik Mesin serta Art Palupi Pranoto Putri dari Teknik Sipil. Mereka berhasil mendapat juara 1 pada Lomba Gagasan Tertulis dan Poster.

Kompetisi ini mengusung tema “Belajar dari COVID-19”. Lomba Gagasan Tertulis dan Poster ini merupakan salah satu kegiatan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional. Lomba Gagasan Tertulis dan Poster ini diikuti oleh Mahasiswa aktif (D3/D4/S1) perguruan tinggi negeri/swasta di seluruh Indonesia dengan tujuan dalam rangka menumbuhkembangkan inovasi, bakat dan kreativitas mahasiswa. Maksud dari tema “Belajar dari COVID-19” yaitu pandemi yang memberikan dampak kepada sektor pendidikan di perguruan tinggi menyebabkan diperlukan solusi untuk menghadapi pandemi pada sektor pendidikan agar terlaksana pengajaran yang baik. Gagasan yang disampaikan dalam kompetisi ini adalah aplikasi pembelajaran bernama E-DUCT App. Aplikasi pembelajaran yang terdiri dari fitur alarm, video presentasi, quiz dan video conference. Tujuan utama app ini adalah membangun motivasi belajar mahasiswa. Setiap ada jadwal mata kuliah/praktikum/ujian/quiz terdapat alarm pengingat. Jadwal ini diatur oleh pengajar, sedangkan materi yang pengajar upload adalah berupa ppt yang mana nanti dalam aplikasi terdapat fitur membuat video presentasi. Setiap penjelasan dalam ppt akan dibacakan oleh komputer. Dalam tiap slide ppt terdapat forum diskusi/tanya jawab. Jika ada pertanyaan otomatis akan dialihkan ke fitur diskusi forum berupa chat. Untuk fitur quiz memiliki konsep sederhana seperti permainan kahoot. Kahoot adalah sebuah website di internet yang dapat menghadirkan suasana kuis yang meriah dan heboh ke dalam kelas. Dengan bermain Kahoot ini pembelajaran menjadi sangat menyenangkan dan membuat para peserta didik tidak bosan mengikuti pembelajaran yang sangat sulit dimengerti. Sedangkan fitur simulasi mengangkat konsep simulasi pembelajaran fisika PhET. PhET (Physics Education Technology) Interactive Simulation adalah media pembelajaran interaktif yang  dikembangkan oleh Universitas Colorado di Boulder, Amerika dalam rangka menyediakan simulasi pengajaran dan pembelajaran IPA berbasis laboratorium virtual. PhET Interactive Simulation ini berisi simulasi dalam pembelajaran fisika, kimia, biologi, dll. PhET Interactive Simulation ini merupakan simulasi interaktif yang dapat membantu siswa memahami konsep abstrak dalam pembelajaran IPA. Kelebihan dari E-DUCT App ini adalah adanya alarm pengingat setiap jadwal penting perkuliahan, video presentasi yang disampaikan oleh sebuah maskot dengan suara digital, serta fitur simulasi yang membantu proses pengajaran materi praktikum.

Kesulitan yang dihadapi saat mengikuti kompetisi ini adalah kompetisi diadakan berbarengan dengan jadwal UAS sehingga kesulitan mengatur waktu sangat terasa. Pesan dari tim adalah hasil tak perlu sebuah kejuaraan namun pengalaman dan ilmu yang di dapat pada saat melakukan suatu proses akan membawa kalian ke pribadi yang lebih baik. Yang pasti itu lebih berharga dibanding kejuaraan. Pandemi COVID-19 ini bukan hambatan untuk terus mencetak prestasi.

Namun dari hal ini kami belajar sesuatu : tiada salahnya mencoba, karna setiap usaha yang dikeluarkan akan menghasilkan hasil yang sesuai.

Leave a Reply

Your email address will not be published.