Pada hari Kamis tanggal 24 Oktober 2019, Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Jember menyelenggarakan Kuliah Tamu tentang Pengembangan Desain Infrastruktur di Indonesia Menyongsong Era Industri 4.0 dan Pekerjaan Perbaikan Tanah pada Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera. Kegiatan ini berlangsung di ruang Auditorium Fakultas Teknik dan dihadiri oleh kurang lebih 80 peserta. Peserta terdiri dari mahasiswa jurusan sipil angkatan 2016 hingga angkatan 2019 dan beberapa dosen Jurusan Teknik Sipil Universitas Jember.

Dalam kuliah tamu kali ini dibawakan oleh pemateri dengan bidang keahlian Infrastruktur yaitu Arif Rahman, S.T., M.T., dan pemateri dengan bidang keahlian  Geoteknik & Geologi yaitu, Ir. Herwan Darmawan, MT. Acara ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa infrastruktur dalam dunia teknik sipil terus berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi. Bapak Arif Rahman, S.T., M.T juga menekankan bahwa konstruksi sangat berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi serta menjelaskan mengenai pentingnya software BIM (Building Information Modeling) dalam merencanakan sebuah bangunan.

Building Information Modeling (BIM) merupakan salah satu teknologi di bidang AEC (Arsitektur, Engineering dan Konstruksi) yang mampu mensimulasikan seluruh informasi di dalam proyek pembangunan ke dalam model 3 dimensi. Selain itu, BIM juga dapat membuat pembangunan proyek bisa dilakukan lebih efektif dan efisien sesuai kebutuhan, mulai dari perencanaan, pengerjaan di lapangan, hingga tahap penyelesaian.

Selain menjelaskan tentang BIM, beliau juga memaparkan tentang perbedaan tingkatan dari lulusan SMA dan lulusan Sarjana begitupun dengan gaji yang diterima. Banyaknya gaji juga dipengaruhi oleh SKA (Sertifikat Keahlian) yang dimiliki. Sertifikat Keahlian atau SKA adalah sertifikat khusus sebagai bukti kompetensi tenaga ahli konstruksi. Sertifikat ini dikeluarkan oleh LPJK dengan persyaratan tertentu. Semakin tinggi SKA, semakin tinggi juga gaji yang didapat. Semakin lama pengalaman kerja yang dimiliki, semakin tinggi pula gaji yang didapat. Selain itu, nilai IPK, kemampuan Bahasa Inggris dan soft skill seperti kemampuan menggunakan software dalam Teknik Sipil juga sangat diperlukan untuk menaikkan nilai dimata perusahaan konstruksi.

Pemateri berikutnya yaitu Bapak Ir. Herwan Darmawan, MT menjelaskan mengenai pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera. Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang kurang lebih 365 km akan menghubungkan Pulau Sumatera dari Aceh hingga Bakauheni. Beliau menjelaskan keadaan tanah sebelum pembangunan jalan yang merupakan tanah rawa. Untuk pertama kalinya di Indonesia Kementerian PUPR berkolaborasi dengan Hutama Karya menerapkan penggunaan teknologi canggih yang disebut VCM guna mempercepat pembangunan jalan tol Trans-Sumatera dan mengurangi biaya. Vacuum Consolidation Method (VCM) merupakan penyedot vakum ke dalam massa tanah yang terisolasi untuk mengurangi tekanan atmosfer dan tekanan air pori di dalam tanah. Teknologi ini diterapkan guna mengurangi kadar air maupun kadar udara yang ada di tanah. Pasalnya sebagian besar wilayah yang terbentang di Sumatera didominasi oleh tanah gambut dan rawa. Bentuk tanah seperti inilah yang membuat pembangunan jalan menjadi sulit.

Kuliah tamu ini dikemas dengan apik dengan pemateri yang menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami dan tidak membosankan mengingat antusiasme dari peserta yang banyak mengajukan pertanyaan – pertanyaan bagus.

 

4 Thoughts on “Memahami Pengembangan Desain Infrastruktur di Indonesia Menyongsong Era Industri 4.0 – PT. Hutama Karya (Persero)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *